Cinta Terpendam

Wulan dan Steven telah saling mengenal sejak bersekolah dan menjadi sahabat baik.

Mereka berbagi semua dan menghabiskan banyak waktu bersama.

Tetapi hubungan mereka tidak berkembang, namun hanyalah sebatas teman.

 

Wulan menyimpang rahasia, yaitu kekaguman dan cintanya kepada Steven.

 

Waktu terus berjalan dan Steven melanjutkan studinya ke Thailand, sedangkan Wulan mendapatkan pekerjaan.

Mereka tetap saling berhubungan dengan surat.

Wulan merindukan Steven untuk kembali.

 

Dan tiba-tiba, surat dari Steven terhenti.

Wulan menulis kepadanya, tetapi tidak ada jawaban.

Dimana dia? Apa yang terjadi?

Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepala Wulan.

 

Dua tahun berlalu dan Wulan tetap berharap bahwa Steven akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat.

 

Dan doanya terkabul.

Dia menerima surat dari Steven.

 

“Wulan… aku punya kejutan untukmu… temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk menemuimu lagi.

Cinta dan cium….. Steven”

 

Wulan berbunga-bunga…

Cinta dan cium…

Wulan begitu gembira dengan kata-kata itu.

 

Ketika harinya telah tiba, Wulan menunggu dengan cemas.

Dia mencari Steven kesana kemari.

Kemudian datang seorang wanita dengan pakaian ketat berwarna merah yang seksi.

 

Dia melihat Wulan dengan penuh perhatian.

“Hai… aku Ria, temannya Steven. Kamu Wulan?” tanyanya.

 

Wulan mengangguk.

 

“Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Steven tidak akan datang. Dia tidak akan pernah kembali lagi,” kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di pundak Wulan.

 

Wulan tidak mempercayai hal yang dia dengar.

Apa yang telah terjadi???

Wulan bingung, dan wajahnya menjadi pucat.

“Katakan padaku …. Kenapa ??? ”

Wulan memohon kepada si wanita.

 

Si wanita menepuk pundak Wulan dan mengatakan:

“ALAMAK WULAN, INI EKE, STEVEN… APAKAH EKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG BOOO…???

AIIHHH… AIIHHH… YOU NGGAK BISA NGENALIN EKE LAGI YAAA???

IIHHH… SEBEL DEH.. !!!”

(sambil cubit-cubit Wulan)

 

Wulan langsung jatuh pingsan.

=D :D=))

, , , , ,

  1. Cinta Terpendam | duniawanitaindonesia

Tinggalkan komentar Anda di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: