Amankah anak cowo main pistol?

Amankah bagi anak laki-laki untuk bermain tembak-tembakan?

“Dor, dor, kamu mati!” Bagi kebanyakan dari kita, mendengar kata-kata seperti itu dari anak usia playgroud atau TK pastinya merasakan sedikit ketidaknyamanan. Tapi untuk Marjan Wilkes, seorang veteran guru playgroup di California, permainan pura-pura seperti itu adalah bagian dari pelajaran bagi murid-muridnya yang berusia 4 tahun.  “Saya akan mengatakan ‘Aaargghhh’ dan mengumumkan ‘aku mati’,” kata Wilkes. Dia menjelaskan: “Mereka tahu bahwa saya berpura-pura, dan dengan ikut mengambil bagian, saya mengirim pesan bahwa saya tahu mereka berpura-pura juga.”

Dalam dunia orangtua, topik anak laki-laki dan permainan tembak-menembak menempati peringkat atas. Dalam budaya yang sudah diisi dengan kekerasan dalam video game, program TV dan gambar perang yang nyata, dapat memberikan rasa takut dan tidak nyaman menyaksikan bagaimana anak kita berpura-pura membunuh seseorang. Namun belum ada studi terkait antara permainan tembak-menembak dengan perilaku kekerasan masa depan, dan para ahli anak setuju bahwa dengan melarang tembak-menembak sama sekali, orang tua malah mungkin menekan dan membangkitkan “keinginan memberontak” dari anak.

Mari kita berasumsi bahwa Anda setuju dengan para ahli anak tsb, apa yang harus Anda lakukan? Bagaimana sebaiknya Anda membiarkan anak-anak Anda untuk “bereksperimen” dan menggunakan imajinasi mereka, senjata menyala, tanpa kehilangan ketenangan Anda? Berikut adalah beberapa tips:

Jangan membuat Malu
Di luar ketidaknyamanan kita, kita harus berhati-hati dalam berurusan dengan anak laki-laki yang ingin bermain dengan senjata pura-pura. “Hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah membuat malu anak Anda – karena itu malah akan membuat anak untuk menutupi perasaan mereka dan bertindak dengan keberanian palsu”. Sebaiknya, ajak anak berbicara mengenai hal ini, dan bahkan bermain bersama untuk lebih memahami perspektif anak.

Buat Keputusan Bersama
Jika permainan tembak-menembak anak Anda membuat Anda atau anak lain merasa tidak nyaman, refleksikan perasaan Anda  dengan tenang. Cobalah mengatakan, “Ibu tahu kau bersenang-senang dengan permainan pura-pura mu, tapi ibu merasa sedikit takut dengan senjata. Senjata asli dapat membunuh dan ibu merasa takut waktu kamu menunjuk jari pada ibu seperti itu..” Jika Anda memilih untuk membatasi tembak-menembak, ajaklah anak Anda untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Gunakan Alat Peraga Multi Fungsi
Jika memungkinkan, hindari mainan senjata komersial yang realistik. Jika anak Anda ingin bereksperimen dengan permainan tembakan, cobalah menggunakan tongkat es loli, gulungan koran, atau alat peraga yang bisa dengan mudah diubah menjadi pedang, thermometer, mikrofon atau tongkat. Tunjukkan ke anak bahwa permainan tembak menembak ini hanya salah satu bagian dari banyaknya permainan lain yang memungkinkan.

Perjelas Pandangan Nilai Hidup Anda
Seorang anak yg bermain tembak-tembakan biasanya mencari dan belajar untuk memahami kekuasaan dalam sebuah hubungan. Dengan membunuh ‘orang jahat’, dalam pikiran anak, dia bisa mengendalikan sebagian dunianya. “Tunjukkan contoh cara pemecahan masalah yang menghormati semua pihak terkait, dan yang tidak menyakitkan baik secara fisik maupun emosional. Diskusikan dengan anak apa yang dapat dilakukan untuk menciptakan budaya (dunia) yang lebih damai”.

 

Di luar semua itu, ambillah napas yang dalam, karena ini hanyalah salah satu tahap. Ini tidak berarti anak Anda ditakdirkan untuk kehidupan kriminalitas. Tetapi rasa ingin tahu dan kerapuhan sering menjadi alasan hebatnya “Dor.. Dorrr…” anak Anda. Dengan mengingat ini, mungkin dapat membantu apabila suatu saat ada jari yang menunjuk ke Anda dan “Dorr… Dorrrr… Mati kamu”.

, , , , , , ,

  1. Leave a comment

Tinggalkan komentar Anda di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: